AFI FUSI UIN Sumatera Utara Medan – Ketua Program Studi (KaProdi) Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) UIN Sumatera Utara, Dr. Mhd. Syahminan, M.Ag., menjadi narasumber dalam kegiatan KOPI PAHIT (Komunitas Pecinta Ilmu, Pengetahuan, dan Intelektual) pada agenda MARKOBAR-44 (Majelis Akademik Rutin & Kongkow Berbasis Riset) yang dilaksanakan pada Rabu, 14 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.00-12.00 WIB tersebut bertempat di Coffee Shop Koperasi UIN Sumatera Utara dan mengangkat tema diskusi “Bahasa Mandailing dalam Ancaman Kepunahan”. Forum ini menjadi ruang diskusi ilmiah yang membahas tantangan, peluang, serta strategi pelestarian Bahasa Mandailing di tengah perubahan sosial dan budaya masyarakat modern.
Dalam paparannya, Dr. Mhd. Syahminan, M.Ag., yang juga dikenal sebagai penulis Buku Kamus Idiom Leksikon Mandailing, menekankan bahwa Bahasa Mandailing merupakan bagian penting dari identitas kultural dan warisan intelektual masyarakat Mandailing. Menurutnya, melemahnya penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda merupakan tantangan serius yang perlu direspons melalui pendidikan, dokumentasi ilmiah, dan riset berkelanjutan.
“Bahasa daerah tidak hanya menyimpan kosakata, tetapi juga nilai, pandangan hidup, dan kearifan lokal yang membentuk karakter masyarakat. Jika bahasa punah, maka hilang pula memori kolektif suatu komunitas,” ujarnya.
Selain Dr. Mhd. Syahminan, M.Ag., diskusi ini juga menghadirkan Drs. Parluhutan Siregar, M.Ag., seorang pemerhati adat dan budaya Mandailing, yang mengulas peran adat, keluarga, dan komunitas lokal dalam menjaga keberlangsungan penggunaan Bahasa Mandailing dalam kehidupan sehari-hari.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, serta pegiat budaya. Berbagai gagasan kritis dan reflektif mengemuka, khususnya terkait pentingnya sinergi antara institusi akademik dan komunitas budaya dalam upaya revitalisasi bahasa daerah.
Melalui partisipasi aktif KaProdi Aqidah dan Filsafat Islam sebagai narasumber, kegiatan KOPI PAHIT MARKOBAR-44 ini menegaskan komitmen UIN Sumatera Utara dalam mendorong pengembangan kajian keislaman yang berpadu dengan pelestarian budaya lokal berbasis riset dan dialog intelektual.
